CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »
HELLOOOOOOOO
SELAMAT DATANG



Silakan yang mau nitip komentar, kritik, saran, atau uneg-uneg dalam hati,,saya siap tampung dengan ikhlas, ridho dan pastinya rendah hati...................


Juga saya persilakan buat yang cuma mau ngintip blog ini.....


Welcome to my blog................enjoy it..............!!!!!!!!!

Rabu, Mei 19, 2010

Teori Kritis

Dalam buku “International Relations : Perspectives and Themes”, Jill Steans dan Lloyd Pettiford menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan teori kritis itu adalah sebuah teori yang menuntut seseorang untuk berpikir mendalam tentang segala sesuatu yang dilakukan manusia serta hubungan antara teori dengan cara bertindak. (Steans & Pettiford. 2009). Robert Jackson dan Georg Sorensen menambahkan bahwa secara ringkas, teori kritis ini merupakan pandangan ekstrim dari sebagian teoritisi kritis bahwa semua pengetahuan adalah politis. (Jackson & Sorensen. 1999). Teori ini cenderung mengacu pada akar pemikiran dari Marxisme, jadi dapat dilihat beberapa persamaan di antara keduanya. Banyak yang mengatakan, teori ini berasal dari Frankfurt School.

Frankfurt School adalah sebuah sekolah yang mendalami tentang teori interdisipliner sosial neo-Marxisme, yang bekerja sama dengan Institut Penelitian Sosial pada Universitas Frankfurt am Main. (http://www.britannica.com/EBchecked/topic/217277/Frankfurt-School). Beberapa tokoh seperti Max Horkheimer, Theodore Adorno, Erich Fromm, Herbert Marcusse, Walter Benjamin dan lain-lain, berkumpul semua di Frankfurt School mencurahkan semua ide-ide pembangun teori kritis ini. Berkenaan dengan teori kritis pada Mazhab Frankfurt adalah pemikiran untuk memahami sifat-sifat utama dari masyarakat kontemporer dengan memahami perkembangan sejarah dan sosialnya, dan menurut kontradiksi saat ini yang bisa membuka kemungkinan melebihi masyarakat kontemporer dan bangunan patologi serta bentuk-bentuk dominasi. (Burchill. 1996).

Teori kritis ini mencoba untuk mengembangkan teori yang mendasarkan pada filosofi Marxisme dan Hegelian. Kontribusi yang diberikan teori kritis kepada hubungan internasional adalah teori ini menganalisa hubungan sosial dalam kaitannya dengan sistem ekonomi kapitalis, mulai dari perusahaan besar dan monopolinya, teknologi, kebudayaan serta menolak individualisme dalam masyarakat kapitalis. Dalam hubungannya dengan melihat faktor yang mendukung mengapa kapitalisme bisa bertahan, teori kritis harus tidak bebas nilai. Inilah perbedaan antara teori kritis dan teori positivis, dimana positivis lebih bersifat bebas nilai, jadi aturannya tidak benar-benar pakem dan atas dasar hal ini pula latar belakang teori kritis itu muncul. Apa yang ditolak oleh teori kritis pada teori positivis? Yaitu tiga postulat dasar, yaitu realitas eksternal objektif, perbedaan subjek / objek, dan ilmu sosial bebas nilai. Menurut teori kritis, tidak ada yang dinamakan sebagai politik dunia dan ekonomi global dapat berjalan sesuai dengan hukum sosial yang kekal. Segala sesuatu yang sosial termasuk, hubungan internasional adalah historis, mengapa demikian? Karena menurut teori kritis, dunia sosial merupakan konstruksi khusus waktu dan tempat, dimana politik dunia harus lebih dikonstruksi daripada ditemukan. (Jackson & Sorensen. 1999). Mereka menekankan bahwa tidak ada yang disebut dengan pengetahuan yang benar-benar bebas nilai.

Berkenaan dengan pandangan penciptaan serta pemeliharaan perdamaian dan keamanan, bagi para pemikir kritis, perdamaian dan keamanan yang sejati hanya bisa dicapai ketika kontradiksi utama kapitalisme yang menghasilkan krisis dan ketidakstabilan ekonomi itu bisa diatasi, yaitu ketika masyarakat tidak lagi diperlakukan semata-mata hanya sebagai sarana (tenaga kerja) untuk mencapai tujuan (keuntungan produksi) saja dalam kapitalisme, serta ketika sumber daya bumi tidak dihambur-hamburkan secara tidak bertanggung jawab untuk memuaskan berbagai keinginan dan bukan merupakan kebutuhan konsumen. (Steans & Pettiford. 2009).

Di dalam studi Hubungan Internasional, teori kritis ini tidak terbatas pada pengujian negara dan sistem negara, tetapi lebih memfokuskan secara lebih luas kepada kekuatan dan dominasi dunia secara umum. (Jackson & Sorensen. 1999). Teori kritis bertujuan untuk mencari pengetahuan bagi tujuan politis, artinya, teori ini berkeinginan untuk membebaskan masyarakat internasional dari struktur politik dan sistem ekonomi kapitalisme (dengan dikendalikan oleh kekuatan hegemon) yang bersifat menekan serta membelenggu masyarakat, terutama kelas proletar. Dapat dikatakan bahwa orientasi dari teori kritis ini adalah menuju perubahan progresif dan keinginan para pemikir untuk menolong dengan cara membawa perubahan serta pengenalan idealisme.

Lantas seperti apa kritik yang dilontarkan terhadap teori kritik itu sendiri? Beberapa faktor diantaranya adalah perhatiannya terlalu berfokus dan terpaku pada pembagian kelas sosial dalam sistem kapitalisme itu sendiri, lebih mengedepankan komunikasi global atau dialogis (semua orang harus mendapatkan hak untuk bisa menyatakan pendapat), serta teori ini cenderung lebih bersifat membongkar pemikiran-pemikiran dibalik realisme, liberalisme dan teori-teori lain. Intinya, teori kritis ini hanya bersifat mengkritisi ada apa sebenarnya yang terkandung di dalam teori-teori tersebut tanpa bersifat solutif (memberikan pemecahan masalah). Sehubungan dengan model dialogis pada teori kritis seperti ide Habbermas, para kritikus juga berpendapat bahwa apa yang dimaksud dengan model dialogis Habbernas adalah sebuah produk gagal, karena dengan adanya sistem kapitalisme yang demikian itu akan membuat akses mendengar dan berbicara itu dibatasi oleh berbagai kesenjangan yang ada. Pada contohnya ialah orang-orang miskin dengan tingkat pendidikan yang rendah akan sangat mungkin kesempatan untuk berbicara serta mendengarnya menjadi terbatas bahkan tidak terwakili sama sekali jika dibandingkan dengan kaum borjuis. (Burchill. 1996).

Referensi:
Burchill, Scott & Linklater, Andrew. (1996). Theories of International Relations. New York : St. Martin’s Press.

Encyclopedia Britannica. (2009). Frankfurt School. http://www.britannica.com/EBchecked/topic/217277/Frankfurt-School (Diakses tgl 17 Mei 2010).

Jackson, Robert & Sorensen, Georg. (1999). Introduction to International Relations. New York : Oxford University Press.

Steans, Jill & Pettiford, Lloyd. (2009). International Relations : Perspectives and Themes. Edinburgh Gate : Pearson Education Ltd.

0 Comments: